Sudah rajin posting tiap hari, konten udah dipoles sebagus mungkin, tapi followers kok gitu-gitu aja? Dalam media sosial terkadang mengukur keberhasilan media sosial cuma dari satu angka, yaitu jumlah followers.
Padahal, media sosial bukan sekadar soal posting. Ada dua hal yang juga menentukan arah pertumbuhan brand kamu, yaitu awareness dan interaksi yang lebih dekat dengan audiens. Jadi bukan sekedar jumlah followers.
Followers Naik Itu Sinyal Bagus, Tapi Bukan Satu-satunya Tolok Ukur
Ketika followers bertambah, itu memang tanda brand kamu sedang dikenal lebih luas. Namun, interaksi pada sebuah akun juga harus diperhatikan. Pertumbuhan followers yang sehat sebaiknya diiringi dengan meningkatnya engagement, seperti like, komentar, save, dan share.
Data Hootsuite menunjukkan bahwa rata-rata engagement rate di berbagai platform memang berbeda-beda mulai dari sekitar 1,4% di Facebook hingga 2,8% di LinkedIn, tergantung industrinya. Artinya, engagement yang sehat itu memang tidak harus besar secara persentase, tapi harus konsisten dan nyata.
Beberapa alasan kenapa engagement juga perlu diperhitungkan dibanding sekadar mengejar followers:
- Follower bisa dibeli, interaksi tidak bisa dipalsukan. Like, komentar, share, dan save adalah bukti bahwa audiens benar-benar peduli dengan apa yang brand kamu sampaikan.
- Algoritma lebih menyukai konten yang bikin orang berhenti scroll. Instagram dan TikTok cenderung memprioritaskan konten dengan interaksi tinggi untuk masuk ke Explore atau FYP, bahkan dari akun kecil sekalipun.
- Engagement membangun kepercayaan. Riset yang berasal dari perusahaan AI mencatat bahwa lebih dari separuh konsumen justru lebih percaya pada brand dengan engagement tinggi.
- Brand jadi lebih mudah "hadir" di mana pun audiens berada. Kombinasi awareness (lewat reach dan impression) dan engagement (lewat interaksi nyata) inilah yang benar-benar mencerminkan kesehatan media sosial sebuah brand, bukan sekadar tingginya angka followers yang terlihat.
Growth Nggak Cukup Cuma dari Konten, Brand Juga Harus Berani Berinovasi
Ini bagian yang sering terlewat: media sosial yang terlihat bagus, namun produk atau layanan tidak melakukan inovasi, lama-lama akan mentok juga. Dengan konten di media sosial, bisa membawa audiens sampai depan pintu, namun yang membuat mereka masuk dan bertahan, adalah inovasi nyata dari brand itu sendiri.
Contohnya adalah industri frozen food yang kini serba ready-to-eat. Konsumen yang punya mobilitas tinggi dan waktu terbatas, semakin memilih makanan yang tinggal dihangatkan tanpa proses memasak yang rumit.
Coffee shop yang merambah produk ready-to-drink. Industri kopi RTD di Indonesia juga menunjukkan tren yang sama.
Ini bukan kebetulan, melainkan respons langsung terhadap gaya hidup masyarakat yang menuntut kepraktisan.
Kedua contoh ini punya benang merah yang sama: inovasi bukan sekadar "produk baru", tapi solusi atas masalah nyata yang dihadapi konsumen. Ready-to-eat menjawab keterbatasan waktu untuk memasak. Ready to drink menjawab keterbatasan waktu untuk mampir dan menyeduh kopi sendiri. Sekarang semua serba cepat, serba instan!
Brand sudah berinovasi, maka digital asset perlu tumbuh beriringan. Mulai dari konten yang mengikuti tren, seperti konten keseharian. Konten apa adanya sering kali justru paling banyak ditonton — karena audiens merasa "ini gue banget." Selipkan konten fun dan konten yang up-to-date dengan tren, agar vibes-nya tetap lifestyle — alias ngikut zaman. Namun, tetap pastikan sesuai dengan target audiens brand.
Digital asset yang mencakup banyak hal, seperti: identitas visual, konten sosial media, website, hingga strategi campaign yang konsisten di semua platform. Semua elemen ini harus tumbuh beriringan dengan inovasi produk, supaya audiens makin merasakan kehadiran brand kamu di mana pun mereka berada, baik saat scrolling media sosial, mencari produk di marketplace, maupun sedang membandingkan pilihan di rak minimarket.
Brand kamu sedang mau berinovasi? Atau kalau kamu butuh partner untuk mengurus aset digital brand kamu ? Yuk ngobrol bareng Art Digital. Biarkan kami yang mengurus digitalnya, kamu tinggal fokus membesarkan brand-mu.
Yuk, konsultasikan kebutuhan digital brand kamu ke ART Digital di:
Email: info@artdigital.co.id / WA: 0817 0033 798
Follow kami di Instagram, Tiktok @artdigital_id, Facebook, Youtube, dan LikedIn: ART Digital untuk informasi menarik seputar dunia digital.